Lex Legion Reuni Formasi Klasik King Diamond Lahirkan Proyek Baru Sarat Nostalgia dan Energi Modern

Kabar menarik datang dari skena heavy metal dunia. Empat personel dari formasi klasik akhir 1980-an King Diamond resmi bersatu kembali dalam proyek band baru bernama Lex Legion. Proyek ini langsung mencuri perhatian karena menyatukan nama-nama berpengaruh dengan rekam jejak panjang di industri musik keras.

Line-up Lex Legion diperkuat oleh Mikkey Dee (drum), Pete Blakk dan Andy La Rocque (gitar), serta Hal Patino (bass). Posisi vokal dipercayakan kepada Nils K. Rue dari Pagan’s Mind, menghadirkan warna vokal yang kuat dan berkarakter tinggi.

Selain dikenal lewat King Diamond, para personel juga memiliki koneksi dengan band besar seperti Motörhead, Scorpions, hingga Death, menjadikan proyek ini sebagai “supergroup” yang solid secara pengalaman maupun musikalitas.

 

Album Debut “Lex Legion”: Perpaduan Klasik dan Modern

Album perdana bertajuk Lex Legion hadir sebagai kombinasi antara nuansa klasik era 80-an dengan pendekatan modern. Konsep “less-is-more” menjadi fondasi utama, dengan aransemen efektif, permainan virtuoso, serta melodi dan harmoni yang mengalir kuat.

Menurut Mikkey Dee, proses kreatif album ini sepenuhnya mengacu pada pola pikir lama mereka, “Kami menulis seperti di era 80-an—apa yang kami suka, kami buat. Jika orang lain suka, itu bonus.”

Band ini awalnya digagas oleh Blakk dan Dee, kemudian berkembang dengan bergabungnya Patino dan La Rocque—yang juga dikenal lewat kontribusinya di album Individual Thought Patterns milik Death—sebelum akhirnya menyempurnakan formasi dengan Rue.

 

Proyek 25 Tahun yang Akhirnya Terwujud

Meski para personelnya memiliki jadwal padat dan prestasi besar—termasuk penghargaan Grammy yang diraih Dee—Lex Legion sejatinya adalah proyek passion yang telah direncanakan selama lebih dari dua dekade.

Kini, setelah lebih dari 40 tahun pengalaman di dunia musik, para anggota menghadirkan karya matang tanpa ego masa muda, namun tetap sarat energi dan chemistry persahabatan.

 

Single Perdana: “Sleep Eternally” dan “Gypsy Tears”

Kualitas Lex Legion langsung terasa sejak single pembuka Sleep Eternally. Lagu ini disebut mewakili keseluruhan warna album—tempo dinamis, vokal tinggi khas Rue, serta permainan instrumen yang agresif dan teknikal.

Sementara itu, single kedua Gypsy Tears yang dijadwalkan rilis Mei menghadirkan nuansa lebih misterius dan atmosferik, dengan sentuhan melodic metal yang megah dan emosional.

Menurut Pete Blakk, musik yang mereka hadirkan memiliki ruang tersendiri di tengah tren saat ini.

“Tidak banyak yang membuat musik seperti ini sekarang. Ada celah besar yang bisa kami isi.”

 

Jadwal Rilis dan Rencana Tur

Album Lex Legion dijadwalkan rilis pada Juni 2026 melalui MNRK Music Group. Setelah perilisan, band ini juga membuka peluang untuk menjalani tur pada tahun 2027.

Dengan kombinasi nostalgia, kualitas musisi kelas dunia, dan pendekatan musikal yang matang, Lex Legion berpotensi menjadi salah satu rilisan paling menarik di ranah hard rock/metal tahun ini.

Rekomendasi